| img: googleusercontent |
Pangeran Sutajaya, yang lebih dikenal dengan sebutan Buyut Upas, memiliki peran penting dalam sejarah awal berdirinya Desa Cibingbin. Beliau adalah tokoh yang membuka wilayah ini menjadi desa pada 11 Januari 1786, menjadikannya salah satu titik awal perkembangan masyarakat di ujung timur Kabupaten Kuningan.
Peran Utama Pangeran Sutajaya
- Pembuka wilayah desa: Beliau memimpin proses pembukaan lahan dan penataan permukiman sehingga Cibingbin dapat berkembang sebagai desa baru.
- Pemimpin spiritual dan budaya: Buyut Upas menanamkan nilai-nilai keagamaan, adat, dan budaya yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat.
- Inspirasi perjuangan: Semangat kemandirian yang beliau tanamkan kemudian menjadi dasar bagi rakyat Cibingbin dalam melawan penjajahan Belanda.
- Simbol persatuan: Sosoknya dikenang sebagai tokoh yang menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang untuk hidup bersama dalam satu desa.
Warisan Sejarah
Jejak Pangeran Sutajaya masih terasa hingga kini. Tradisi masyarakat Cibingbin, semangat gotong royong, serta nilai keberanian dalam menghadapi tantangan hidup merupakan warisan yang diturunkan dari kepemimpinan beliau.
Dengan demikian, Pangeran Sutajaya bukan hanya pendiri desa, tetapi juga tokoh yang membentuk identitas Cibingbin sebagai wilayah bersejarah dan penuh semangat perjuangan.
###
Untuk memperdalam kisah ini, Anda bisa menelusuri Peran Buyut Upas dalam sejarah Cibingbin atau Jejak perjuangan rakyat Kuningan melawan kolonialisme.